Loading...

Pengelolaan Limbah Organik menjadi Eco-Enzyme

Image

Sampah merupakan masalah yang serius bagi lingkungan, selain menimbulkan kerusakan lingkungan juga menyebabkan penurunan kesehatan, pemanasan global, polusi tanah dan perairan, banjir, dan lain sebagainya. Dikutit dari ppid.menlhk.go.id data menunjukkan bahwa  jumlah timbulan sampah di Indonesia secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun. Komposi sampah tersebut diantaranya sampah organik (sisa makanan dan sisa tumbuhan) sebesar 50%, plastik sebesar 15%, dan kertas sebesar 10%. Sisanya terdiri dari logam, karet, kain, kaca, dan lain-lain.

Tingginya sampah organik tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu yang terbuang ke dalam ekosistem perlu mendapat perhatian khusus dengan menawarkan berbagai alternatif, salah satunya yaitu dengan pilah sampah dari rumah dengan menerapkan 3 R. pemanfaatan sampah organik rumah tangga salah satunya dengan pembuatan Eco Enzyme. Eco Enzyme adalah cairan alami yang didapatkan dari hasil fermentasi dari campuran gula merah/molase, sisa buah/kulit buah atau sayuran, dan air dengan perbandingan 1:3:10. 

Pembuatan Eco Enzyme ini sangat mudah dan murah karena memanfaatkan wadah bekas pakai seperti wadah air mineral, toples, dan lain sebagainya. Sistem Perkuliahan yang dilakukan secara daring/online banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar mahasiswa salah satunya mahasiswa Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa semester 3 atas nama Mentari dan Dina Saputir yang menyebutkan “pembuatan Eco Enzyme ini mudah dan simple dan tidak membutuhkan waktu yang lama, sumber bahannya mudah ditemukan karena memanfaatkan sisa kulit buah”. 

Selain itu, dalam pembuatan Eco Enzyme yang dilakukan terdapat modifikasi dalam fermentasi yang biasanya ditutup rapat, namun kali ini untuk mengatasi tingginya tekanan gas yang didalam wadah. Wadah dapat dimodifikasi sedemikian rupa seperti pada gambar. Mentari dan Dina biasa dengan sapaannya juga menjelaskan “Eco Enzym yang kami buat terdapat dua jenis campuran yaitu pada Toples merah dari kulit buah campuran Nanas, pisang, dan Jeruk. Sementara Toples Hijau dari kulit buah campuran Nanas, Pisang, Jeruk, dan mentimun. Untuk pembuangan gasnya kami mencoba memodifikasi tutupnya dengan melubangi bagian tengahnya untuk memasukkan selang, dan ujung selangnya dimasukkan kedalam toples kecil berisi air, hal ini dilakukan untuk keluarnya gas. Jadi kita tidak perlu untuk membuka tutup kembali toplesnya sampai waktunya panen dalam rentan waktu 90-100 hari.  Gas akan keluar sendiri melalui selang  dan akan terjadi gelembung dalam air”.