Style Switcher
Color Skins
13 Jun 2021

Mahasiswa UIN Jambi Menyuarakan Melawan Desertifikasi dan Kekeringan

Ririn Putri Rahayu - Duta Green Sutha (Mahasiswa PGMI UIN Sulthan Thaha Saifuddi Jambi) mengajak melawan Desertifikasi dan Kekeringan dengan aksi Green Movement (Reboisasi)

Tahukah Anda bahwa pada tahun 1994, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 17 Juni sebagai Hari Melawan Penggurunan dan Kekeringan Sedunia? Tujuan dari Hari Internasional ini adalah untuk mengingatkan kita pada negara-negara yang telah berulang kali mengalami kekeringan. Desertifikasi dan deforestasi juga merupakan perubahan suatu kawasan dari hutan menjadi gurun, mempercepat degradasi hutan , lingkungan menyebabkan penurunan kesuburan tanah, produktivitas tanaman pangan, dan hutan berada dalam dilema yang sangat mengkhawatirkan. 

Jadi, apakah Anda tahu apa itu penggurunan dan kekeringan? Desertifikasi adalah jenis degradasi lahan, di mana lahan yang relatif kering menjadi semakin gersang, kehilangan air, vegetasi dan satwa liar. Menurut laporan perubahan iklim terbaru yang dirilis di Washington pada November 2014, saat bumi semakin panas, suhu bumi akan naik 1,5°C, sehingga risiko krisis iklim terus meningkat. Fakta lainnya adalah jutaan orang di seluruh dunia terkena dampak perubahan iklim yang semakin parah dan cuaca yang semakin ekstrem. Saat bumi menghangat, gelombang panas dan fenomena cuaca ekstrem akan semakin sering terjadi, dan tentunya akan mengancam stabilitas dunia.

Alasan mengapa suatu daerah menjadi gurun adalah hilangnya tumbuhan yang tumbuh di daerah tersebut. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa aktivitas ternak dan satwa liar merupakan faktor penentu utama dalam menjaga kualitas vegetasi dan tanah. Ketika ternak dan satwa liar hilang di suatu daerah, hal ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya penggurunan kualitas ekosistem. 

Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah penggurunan? Kita dapat mengambil berbagai cara untuk mencegah tanah kembali ke keadaan semula. Cara pertama adalah reboisasi atau penanaman kembali, karena dengan menanam pohon dengan berbagai tanaman, daerah yang terkena penggurunan akan subur dan berfungsi dalam beberapa tahun ke depan. Cara kedua adalah dengan menanam dinding erosi untuk mencegah dampak yang lebih serius dari erosi yang disebabkan oleh angin dan air. Yang ke tiga yaitu, Pengelolaan air - penghematan, penggunaan kembali air yang diolah, panen air hujan, desalinasi, atau penggunaan langsung air laut untuk tanaman yang memiliki toleransi terhadap garam. 

Selain menjaga lingkungan dengan penanaman pohon, kita juga mendapatkan pahala lain yaitu dari Anas bin Malik R.A Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian pohon/ tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan menjadi sedekah baginya” (HR. Imam Bukhari - Hadits No. 2321).

Jadi, mari kurangi Desertifikasi  dan Kekeringan dengan perbanyak aksi nyata Green Movement (Reboisasi).